Artikel Perempuan Dalam Arus Globalisasi

PEREMPUAN dalam arus GLOBALISASI
Sebagian besar semua mahasiswa di dalam kelas ku termasuk orang yang minim dalam perekonomian. Semua mahasiswa dalam kelas ku terdaftar dalam beasiswa, yang mana mahasiswa yang tercatat dan direkomendasikan dari asal sekolahnya masing-masing untuk di bimbing. Jadi harus bener-bener siap akan segala tugas dan kewajiban yang diberikan.
Mahasiswa laki-laki di kelas ku kebanyakan tinggal dimasjid. Nah aku perempuan, mau tinggal di masjid mana munkin! Bener-bener sulit masa itu karena beasiswa yang aku dapatkan, hanya sebatas biaya kulyah. Tidak langsung ke tangan mahasiswanya. Jadi buat makan, tempat tinggal, dan kebutuhan kulyah lainnya seperti buku tetep beli sendiri. Dan untuk aku cukup berat saat itu.
Mau ngambil uang dari mana coba...
Huh! katanya indonesia sudah merdeka tetapi kenapa biaya kulyah sangat mahal,  biaya hidup mahal. Untuk ukuran anak tidak mampu seperti aku tentunya biaya semua itu sangatlah mahal
banyak anak perempuan di daerah ku yang putus sekolah karena tidak punya biaya, syukur-syukur tamat SMP ada juga yang hanya tamat SD, salah satu faktor ya karena kekurangan biaya.
Aku sering mendengar pemerintah pidato. Saat itu aku masih dengan seragam sekolah ku. isi pidatonya saudara-saudara pendidikan itu penting untuk kemajuan bangsa kita. Semua anak wajib sekolah  9 tahun. wajib sih wajib, tapi biaya sekolah masih juga mahal
Biaya disini tidak hanya biaya pendidikannya tetapi juga biaya hidup karena untuk tetap melanjutkan pendidikan manusia juga butuh makan dan fasilitas, dalam bahasa kasarnya, bagaimana mau melanjutkan sekolah jika perut kelaparan
Sedangkan biaya hidup saat ini begitu mahal, yang tentunya pasti menjadi beban, Tidak hanya beban orang tua tapi juga beban seorang anak yang harus menuntut ilmu tapi harus menyesuaikan dengan kondisi keluarga
Kondisi seperti inilah yang mebuat anak berada diantara dua pilihan. melanjutkan pendidikan atau bekerja untuk membantu perekonomian keluarga
Terkhusus perempuan, dimana mereka dipandang tidak begitu perlu melnjutkan pendidikan. Karena perempuan umumnya hanya di takdirkan di dapur, disumur, dikasur, dan akan kembali ke dapur, sumur dan kasur. Ini adalah prisip zaman dahulu dan masih ada yang menjalankannya
Merekalah perempuan-perempuan yang ada pelosok negeri yang kurang mendapatkan perhatian. Mereka semua yang putus sekolah adalah bibit generasi negara yang sangat terpaksa berhenti melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya. Siapa mereka? Mereka lagi-lagi kaum kami, kaum perempuan.
***
Ya.. begitulah kehidupan yang harus kita ambil pelajarannya untuk lebih tegar melangkah kedepan. Meski banyak perempuan-perempuan kita dinegeri ini yang butuh perhatian, tapi banyak juga perempuan-perempuan kita yang dapat dijadikan inspirasi karena prestasinya dan juga mengharumkan tanah air pastinya. Siapa saja mereka?
Pertama ialah Megawati Soekarno Putri, siapa yang tak mengenal beliau? Dia adalah ibu presiden, presiden perempuan pertama di indonesia. Rasanya saya sungguh bangga menjadi perempuan atas prestasi perempuan kita. dan saya jadi lebih bersemangat lagi berjuang untuk belajar
Fatmawati, siapa yang tak kenal dengan ibu fat?sudah keterlaluan kalau gak kenal dengan ibu negara pertama, istri presiden pertama indonesia,yang berasal dari bengkulu. Beliau-lah yang telah menjahit bendera merah putih untuk kemerdekaan. Fatmawati adalah sosok perempuan yang sangat cerdas, diusia 15 tahun ia sudah berdiskusi mengenai filsafat agama, hukum, politikdengan sukarno. Selain itu sosoknya yang sangatcantik dan fasionable, menambah keanggunan dan wibawa dari wajahnya yang membuat bung karno jatuh cinta kepadanya
RA kartini, Ibu kita kartini.. putri sejati..putri indonesia.. harum namanya.. bukan namanya harum, tapi nama Kartini yang sangat harum, ia adalah seorang pelopor emansipasi wanita dan perjuangannyalah yang telah mengantar kita para perempuan indonesia sehingga bisa menuntut ilmu, bekerja, mengejar pendidikan dan pengetahuan setinggi-tingginya. Tanpa harus di bedakan oleh gender. Masih diperingati sampai sekarang yang sering kita sebut dengan hari Kartini
Tri Rismaharini ia adalah seorang ibu walikota surabaya dan juga sebagai walikota terbaik ketiga versi world city mayors fondation dan 50 tokoh berpengaruh di duniversi majalah fortune. Rini Sugianto, ia adalah perempuan indonesia  dan sekarang menjadi animator kelas dunia, beberapa karyanya yang sangat terkenal yaitu, hobbit 1, hobbit 2: The Desolatiaon Of Smaug, The Adventure Of Tintin, tha avebgers, Iron Man 3, Hunger Games : Catching Fire, dan Dawn Of The Planet Of The Apes. Sri Mulyani Indrawati (SMI), SMI menjabat sebagai menteri ekonomi di kabinet pemerintahan presiden jokowi, Selajutnya Mari Eka Pangestu, yaitu seorang board of advisor indonesia services dialogue council (ISD). Susi Pudjiastuti, menjabat sebagai menteri kelautan dan perikanan di bawah pemerinthan presiden jokowi. Rini Soemarmo, saat ini menjabat sebagai menteri negara BUMN
Selanjutnya, Dian Pelangi, seorang desainer ternama busana-busana muslim. Karya sudah sangat terkenal baik di nasional maupun internasional. Anggun, seorang penyayi asal indonesia dan sekarang sudah mendunia. Karen Agustina, adalah seorang perempuan indonesia menjadi pengajar di internasional yaitu di harvard universiti. Sebelumnya ia adalah seorang direktur utama pertamina, BUMN migas dengan aset triliunan rupiah. Natsir, seorang pemain bulu tangkis indonesia. Dan pernah membawa pulang medali perak dalam olimpiade beijing pada tahun 2008 dengan nova widianto. Dan medali emas pada olimpiade rio de janeiro tahun 2016 bersama tontowi ahmad
Kerasnya perjuangan dan di kelilingi rintangan menjadi hilang dan ringan karena termotivasi oleh perempuan-perempuan hebat kita, tak usah jauh-jauh. Indonesia punya perempuan-perempuan hebat. Luar biasa untuk perempuan indonesia.
Itulah tadi nama-nama perempuan hebat yang dapat kita jadikan inpirasi. Dan masih banyak lagi perempuan-perempuan hebat indonesia yang berpengaruh di nasional maupun internasional, Prestasi-prestasi hebat mereka semua menyadarkan kita bahwa menjadi perempuan tidak hanya di dapur, disumur, di kasur. Kita bisa menjadi pelopor kemajuan dunia.
Hidup perempuan!!!!!!
Tetapi tidak juga hanya sibuk mengejar karir dan pendidikan ya... tetap jangan lupa akan tugas sebagai perempuan. terlebih sebagai anak, istri atau ibu, atau nenek sekalipun tentunya memiliki kewajibannya masing-masing sebagai perempuan, tergantung perannya. Kita harus menyeimbangkan dan mendapatkan keduanya
Karena kembali lagi, setiap perempuan akan merasakan yang namanya menikah, melahirkan dan menjadi ibu. Tentu juga butuh keahlian dalam mengurus rumah tangga agar terwujudnya rumah tangga sakinah mawadah warohmah. Jadi intinya kita harus mengasai keduanya
Pendidikan dan karir yang sukses, tentunya dengan tetap menjalankan kodrat sebagai perempuan. Berbanggalah wahai perempuan. Kalian bukan makhluk lemah, sejahteranya rumah tangga itu karena perempuan, karena kepiawaiannya dalam menjaga dan merawat keluarganya
Hancurnya rumah tangga, karena keteledoran perempuan. Maka jadilah perempuan yang pintar. Karena perempuan adalah madrasah pertama dari anak-anaknya. Pendidikan pertama yang akan di dapatkan seorang anak adalah pendidikan seorang ibu. Jika ingin melihat kecerdasan seorang anak. Maka lihatlah ibunya dan perempuan adalah tempat ber-asal-nya laki-laki dan perempuan.
Begitu mulianya tugas yang engkau emban wahai perempuan. Lelah letih pulang dari kerja, langsung bergerak menuju dapur, memasak untuk anak dan suami, mencuci piring, mencuci baju, menata rumah, menata taman masih sempat ia kerjakan, dan akan tetap ia kerjakan meskipun ia memiliki karir dan pendidikan yang tinggi, lalu bagaimana dengan laki-laki sepulang dari kerja? karna capek bekerja seharian, langsung membantingkan diri ke kasur. Jika di panggil oleh isrinya. paaah! Tolong bantuin mamah ngiris bawang dong biar cepet selesai masaknya. Mamah sendiri aja kenapa sih papah capek abis kerja seharian. Siapa yang seperti ini hayo?
***
Iya..................
Perempuan. Itulah dia... mereka bisa jadi air yang menyejukkan atau bahkan racun yang mematikan. Mereka bisa jadi rumah untuk tempat berlindung atau berlari karena petaka darinya. Apapun itu istilah orang memandang perempuan. Tetapi saya bangga menjadi seorang perempuan. Karena ada hal yang tak dapat ternilai dari seorang perempuan. Yaitu melahirkan, menyusui dan mendidik seorang anak adalah kondrat perempuan yang tak dapat ternilai dengan uang. Itulah perempuan..
Dari perempuan-perempuan yang sukses tadi apakah semua perempuan itu sukses seperti yang sebelumnya kita bahas? Tentu tidak.
Di tengah canggihnya kehidupan dunia, yang katanya dunia globalisasi seperti sekarang ini, masih ada perempuan-perempuan kita yang harus menjalani hidup yang keterbelakangan.
***
Baiklah mari kita mengulas beberapa kisah perempuan-perempuan ku yang malang. Yang masih keterbelakangan kehidupannya. karena harus menghadapi kenyataan seperti harus menerima kenyataan putus pendidikan.
Apa yang mereka lakukan setelah putus sekolah?
Banyak dari mereka yang memutuskan menikah. Karena sebagin orang menganggap menikah adalah solusi terbaik. Anak perempuan yang sudah menikah sudah bukan tanggung jawab keluarga lagi. Maka hidupnya sudah menjadi tanggungan suaminya. Di usia yang masih belia sudah menikah, apa yang kalian fikirkan? tentunya banyak persepsi.
Dengan menikahnya pasangan laki-laki dan perempuan tentu akan memiliki keurunan, buah hati, buah cinta, yaitu kelahiran sang anak. Dimana secara biologis perempuan yang masih muda, rentan lemah mental saat melahirkan. Tak heran jika cukup banyak perempuan kita yang meninggal saat melahirkan karena usia yang masih sangat muda
Memiliki seorang anak. Maka Bertambahlah satu penduduk, bertambahlah satu beban ekonomi, mereka yang menikah usia belia kebanyakan masih menumpang hidup dengan orang tuanya.
Kepala keluarga yang awalnya hanya menghidupkan empat orang kini bertambah menjadi enam orang. Kenapa begitu? mereka awalnya dua orang anak, istrinya, dan dirinya.
Mereka empat anggota dalam satu keluarga. Kemudian si anak pertama menikah, bertambahlah satu anggota. Setelah menikah kemudian pesangan ini mendapatkan anugrah yaitu seorang anak, ahirnya bertambah lah satu anggota lagi. Yang dari awalnya empat anggota dalam satu keluarga, sekarang menjadi enam anggota keluarga. Dengan penghasilan, pendapatan ekonomi masih seperti biasa, masih sangat minim sekali.
Jika digambarkan, ada sebuah roti untuk sarapan pagi, keluarga yang beranggotakan empat orang ini agar semua bisa makan roti maka satu buah roti itu dibagi empat dan sekarang ditambah lagi dengan dua anggota keluarga, yaitu menantu dan sang bayi. Tentu roti yang awalnya dibagi empat, makan otomatis roti ini dipotong enam bagian agar semua anggota keluarga bisa makan.
Ini adalah sebuah gambaran bagaimana sulitnya kehidupan mereka yang kadang kita tidak mau tau.
Ini kenyataan yang masih ada di negeri kita. Si Bapak yang biasa dengan penghasilan seadanya berjuang untuk kelangsungan hidup keluarga yang bekerja sebagai petani. kadang dibantu oleh menantu yang belum memiliki pekerjaan. Tentu si Bapak merasa terbebani akan hal ini. maka butuh tenaga pekerja lebih dalam satu keluarga itu.. siapa yang akan turut serta turuntangan? Perempuan
Mereka harus bekerja demi kelangsungan hidup keluarganya. Berangkat pagi pulang magrib dengan bawaan di depan menggendong sang bayi dan di belakang menggendong beronang. Beronang ini terbuat dari bambu berbentuk mangkok besar yang di gendong dengan tali di punggung badan. tapi bentuk yang ini seperti mangkok besar. Didalamnya berisi kayu bakar untuk masak,  Ya kira-kira 15 kiloan lah dan didepan mengendong sang bayi sekitaran 6 kilo, jadi bila dijumblahkan maka skitar 21 kilo lah ya... dan itu dibawa saat pulang dari ladang setiap hari.
Bisa dibayangkan? Betapa hebatnya perempuan itu? demi bertahan hidup, tinggal di pelosok-pelosok desa, sangat luar biasa bukan? dizaman modern seperti ini, ditengah canggihnya proses globalisasi yang tengah marak di kehidupan kita. mMsih ada perempuan-perempuan kita yang  hidup kekurangan di pelosok negeri.
Hal seperti ini akan terus terjadi dari generasi ke generasi jika kita terus mambiarkan hal ini terjadi. Saya tidak membicarakan mereka yang sudah maju dengan hidup dan fasilitas modern, saya membicarakan mereka yang sebagian hidupnya masih kurang perhatian dari kita semua.
Kadang terenyuh hati ketika melihat hal seperti ini. jadi ingat Ibu sendiri, mungkin Ibu ku dulu juga seperti itu saat aku masih balita. Jika mengingat ini aku jadi semangat untuk malanjutkan mengejar pendidikan. Ibulah adala kekutan yang menjadikan aku kuat seperti ini. dengan segenap kemampuan ku dan doa dari Ibu, aku akan berjuang keras untuk menyelesaikan pendidikan ku sesulit apapun itu.
***
Berbicara soal globalisasi yang tadi sempat saya singgung, globalisasi ini sebenarnya memiliki cakupan dan pengertian yang sangat luas. sedikit sulit dijabarkan dengan kata-kata, tapi berdampak dalam kehidupan kita
Ada yang menganggap globalisasi adalah solusi atas permasalahan dunia perempuan. Ada juga yang mengatakan globalisasi ini adalah musuh bagi perempuan. Sangat banyak sekali persepsi, yang pastinya berbeda-beda.
Meurut Edison A.Jamli dkk, globalisasi ialah sebuah proses yang muncul dari sebuah gagasan, yang kemudian ditawarkan agar diikuti oleh bangsa lain ang pada akhirnya akan sampai pada sebuah titik kesepakatan bersama dan menjadi panutan bersama bagi bangsa-bangsa yang berada di seluruh dunia.
Menurut Selo Soemardjan, globalisasi adalah sebuah proses terbentuknya suatu sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat antar masyarakat yang berada di seluruh dunia yang bertujuan untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama
Baik pembaca, kita tarik kesimpulan dari pengertian menurut para ahli di atas. Bisa kita katakan globalisasi ini adalah sebuah proses komunikasi untuk menyampaikan informasi terbaru ke seluruh dunia, melalui media cetak atau media elektronik. Nah kemajuan komunikasi ini tentu mempercepat proses globalisasi ini sendiri. Seperti yang kita tau, dari tahun ke tahun media komunikasi ini semakin canggih saja. Sehingga komunikasi menjadi lebih lancar dan sangat mudah tanpa ada batasan jarak dan waktu.
Selain komunikasi, transportasi juga berkembang pesat karena proses globasasi. Jarak tempuh dari Negara ke Negara lain menjadi lebih cepat dan mudah.
Komunikasi dan transformasi yang maju seperti sekarang ini membuat segalanya menjadi lebih mudah. tatkala menjadi persaingan dalam dunia kerja, bisnis. Seperti iklan promosi, tentunya mudah memperkenalkan produk baru ke konsumen. Nah.. sering kali remaja dan juga perempuan yang dilibatkan dalam hal promosi ini
Ahirnya kebanyakan dari remaja kita yang lebih suka ngantri di audisi kesting penerimaan bintang iklan dari pada di perpustakaan. Seolah-olah eksistensi lebih penting buat mereka
Karena anak jadi hits tu lebih kece katanya. Kalau ada tugas sekolah atau tugas kulyah, anak-anak zaman dulu media referensinya buku, kumpulnya diperpustakaan, kalau zaman sekarang referensinya mesin pencari di handphone, lebih suka nongkrong kumpul-kumpul di tempat makan, di mall, dengan handphone di tangan masing-masing. Setiap momen mau di cekrek, dikit-dikit upload ke sosmed.
Ada berita terkini langsung aja disebarin gak tau hoax atau real yang penting udah updet duluan, hmmmm gitu ya anak gaul jaman sekarang!!!
Setuju nggak sih kalau aku bilang remaja kita adalah korban dari semua kekacauan dunia ini? yang setuju angkat tangan?....
Hmmm. Gak heran sih ya.. kita udah memasuki zaman dimana yang cantik dan ganteng selalu di puji-puji. Apa lagi kalo cantik atau ganteng trus pinter dikit, duuuhhh kayak satu negri gak ada yang gak kenal sama dia gitu...
Banyak juga yang memanfaatkan kecantikannya itu untuk mendapat nilai lebih dalam beberapa hal. Seperti pekerjaan, status dan lainnya. Seolah-olah menjual kecantikannya itu sebagai nilai lebih dari dirinya. Apakah ini tidak termasuk ke dalam jenis pelacuran? Tentu saja, sejenis pelacuran terselubung.
Eksistensi dan kecantikan selalu di junjung tinggi akhirnya banyak dari remaja kita yang salah dalam menggapai eksistensi tersebut. Pengennya yang instan! Sekali melangkah pengen langsung terkenal. Sekali kerja pengen langsung banyak duit. Ya gak jarang kalau ada perempuan yang rela menjual dirinya atau bahkan mencuri demi yang instan itu tadi
Padahal tak ada kesuksesan yang dapat diraih seperti membalikkan telapak tangan. Hanya mereka yang berfikiran sempit yang ingin meraih sesuatu secara instan. Kesuksesan tentunya dengan sebuah proses yang panjang serta harus menempuh ujian yang bertubi-tubi tanpa gengsi
Nah kebanyakan sih pada gak mau susah. Mending punya pacar simpanan suami orang yang penting duit ngalir. Gak mikir gimana ruginya didirinya sendiri. Seks bebas dimana-mana, minuman keras, judi, ya gak bahkan pedagangan perempuan. ya ini salah satu bentuk cara meraih kekayaan yang isntan dan mudah. Bagaimanapun, perempuan tetap akan selalu jatuh sebagai korban.
Sangat disayangkan. Padahal Allah begitu memulikan kaum perempuan. Sebagian perempuan tak ingin dan tak sanggup memalui hal-hal yang sulit. mereka menempuh jalan yang singkat meskipun melanggar aturan islam hanya untuk kenikmatan sementara
Padahal tidak semua wanita malam ini dari keluarga miskin. Tapi karena gaya hidup yang kacau ini sepertinya sudah menghasut fikiran mereka.
Kita hidup di bumi ini tentunya karena sebuah tujuan. Tujuan Allah menciptakan kita dan tinggal dibumi ini hanyalah untuk mengapdikan diri kepada Allah sang pencipta. Kita ni ada yang cipta-in. Kita juga numpang di bumi ini dan suatu saat bumi juga akan hancur pada saat yang sudah di tentukan. Kalau kita numpang udah pasti ada aturan-aturan yang dibuat oleh sang pemilik.
Kita ini numpang di buminya Allah. Allah punya aturan untuk hambanya yang tinggal dibumi. Tentang mana saja yang boleh dikerjakan dan mana yang tidak. Kalau gak mau nurut ya cari aja bumi yang lain kan gitu.
Jadi tak usahlah terlalu cinta dengan bumi ini karena suatu saat kita akan meninggalkannya dan kita akan kembali kepada yang menciptakan kita.
Begitulah perkembangan zaman. Semuanya selalu berubah. gaya hidup, Pakaian, makanan, tempat tinggal, transportasi, informasi dan komunikasi. semakin canggih saja. Bahan hanya hitungan detik kita bisa mengakses semuanya dari jarak jauh. kita harus pandai memanfaatkannya dalam hal yang positif.
Kalau semua perkemangan zaman mau diikuti, maka kita sama halnya dijajah. Dijajah batin karena semua hal terbaru ingin dicoba hanya demi eksistensi, tidak salah jika dunia ini semakin kacau dengan perlombaan duniawi yang tak akan pernah usai.
Hmm begitulah jika berbisara soal perkembangan zaman. Selanjutnya mari kita kembali ke pada kisah seorang perempuan yang bertahan dan berjuang untuk hidup di era kekacuan ini di bab berikutnya...



Pertama untuk membentuk karaker dan iman seorang anak maka orag tualah yang berperan penting tentunya. Jadi siapa yang lebih aktif berkontraksi dengan anak? Tentunya adalah seorang ibu
Lalu hal seperti apa yang harus di tanamkan untuk diri seorang anak dari ibu, tentunya pendidikan dan iman guna untuk membenuk karakter seorang anak. Itulah mengapa perempuan harus berpendidikan Perempuan harus pintar, karena perempuan cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas
Karakter membentuk kepribadian, kepribadian yang menentukan masa depan, masa depan yang cemerlang untuk anak maka masa depan yang cemerlang bangsa ada di tangan bibit-bibit negara yaitu anak
Jadi sebelum ibu menyampaikan pendidikan kepada seorang anak. Maka ibu-lah terlebih dahulu yang harus mendapatkan pendidikan dan iman
Untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan bagus tentunya tak lepas dari fasilitas yang memadai, termasuk sandang pangan papan disana. Tempat tinggal yang layak, pakaian yang layak dan makanan yang bergizi adalah bagian pendukung terbesar dalam membentuk karakter seorang anak dan pendidikan.
Lalu siapa yang bertanggung jawab akan hal ini? tentu saja kita semua yang sudah tentu memiliki kewajiban untuk memperhatikan hal ini. Begitu pentingnya peran perempuan dalam hal membangun bangsa tercinta. Tetapi hanya segalintir orang yang peduli akan hal ini
Masih banyak diantara kita yang menganggap bahwa pekerjaan seorang ibu adalah pekerjaan yang rendah. Karena kembali lagi pekerjaan ibu tentunya hanya sebatas dapur sumur dan kasur
Tetapi kenyataannya lebih dari itu. Seorang ibu, seorang perempuan, sangat bepengaruh dalam memajukan bangsa. Karena membentuk kepribadian, pendidikan dan iman dalam sorang anak tidaklah gampang. Butuh jurus jitu dari seorang ibu untuk membentuk karakter dalam diri anak.
Pernah mendengar istilah dibalik laki-laki hebat pasti ada perempuan hebat. Ya tentu saja.. seperti yang kita bahas sebelumnya. Laki-laki hebat tentu berawal dari karakter dan pendidikan yang ditanamkan oleh ibunya sewaktu masih kecil
Pernahkan pembaca sadari? Laki-laki hebat atau perempuan hebat, apapun pangkatnya ia tetap lahir dari seorang perempuan, dididik dan dibesarkan oleh perempuan dan menikah dengan perempuan, di rawat oleh perempuan lagi, di masakin di siapin makanan oleh perempuan, dicuci bajunya oleh perempuan, dan mendapat penerus keturunan dari perempuan

Buat laki-laki yang selalu merasa lebih hebat dari perempuan, sini deh aku jitak kepalanya biar gak sombong lagi ya... yang pasti kesuksesan laki-laki jelas tidak pernah lepas dari peran perempuan sepakat? Teriakkan dengan kencang jika anda sepakat.

Komentar

  1. Ummu madrasatun ula.... ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya...

    BalasHapus
  2. Ada beberapa poin dalam artikel ini yang aku tidak setuju. Tapi bingung mau bahasnya dari mana karena paragrafnya membingungkan.. hehe. Mau ngasih komentar membangun nih, kalau bisa selanjutnya antar paragraf dikasih spasi satu tab dan pembahasannya dikasih poin. Terus bikin artikel Diska..

    BalasHapus
  3. Dalam hubungan antar manusia komunikasinya harus baik.. Menerima posisi masing-masing dan mendiskusikan bagaimana jalan tengah yang bisa ditempuh agar kedua pihak merasa nyaman. Perempuan dan laki-laki tidak boleh saling merasa hebat, karena keduanya ditakdirkan berdampingan

    BalasHapus
  4. dari tulisannya kayaknya yang nulis nih sedang berapi-api, kobaran apinya sedang besar banget :D

    BalasHapus
  5. Pertama tetap semangat kuliahnya walaupun sulit, insyAllah ada jalan. Soal lelaki dan perempuan memang harus saling menghargai dan melengkapi..

    BalasHapus
  6. Perempuan itu bagi aku istimewa . Dah gitu aja .Hehee


    Btw , skdar saran dis, paragrafnya dirapihin lagi ya. Biar nggak bingung bacanya . Hehee .

    BalasHapus
  7. Paaaa. Bantuin ngiris bawang dong! 😆

    Kebayang nanti bakal ada teriakan macam begini dari dapur rumah kami. Wkwk.

    BalasHapus
  8. Menjadi perempuan itu harus cerdas dan strong, tapi yg paling penting adalah sholeha. Karna perempuan mjdi madrasah pernama anak2.

    BalasHapus
  9. Sepakat. Karena wanita ingin dimengerti.

    BalasHapus
  10. jadi wanita mmg harus serba bisa dan tegar ya.. krn wanita itu akan jadi madrasah utama anak2 generasi penerus nantinya... :)

    BalasHapus
  11. Kalau ngomongin siapa yang leleb hebat laki atau perempuan kayaknya sama aja sih, menurut aku ya..

    BalasHapus
  12. tetap semangat, kalo uang bisa dicari, semangat dan tekad yang ga bisa dibeli

    BalasHapus
  13. perempuan harus maju dong meski hanya mengurus anak di rumah, bealah anak yang diurusin amak ibu yang pintar ama yang ga sekolahan

    BalasHapus
  14. Emak cantik harus semangat untuk kuliah dan menuntut ilmu, soal biaya pasti bnayak jalan juga asla mau berusaha an tetap optimis

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer