Puan dan Perawan? maha karya Diska Widya Astuti


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, teman-teman yang budiman apa kabar? Semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Kali ini saya akan menulis review sebuah Novel“Puan Perawan” karya Diska Widya Astuti. Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).
jadi teman-teman yang budiman, Puan disini artinya adalah tempat sirih dari emas atau perak (biasanya dipakai oleh permaisuri atau istri raja). Puan bisa juga di artikan kelapa yang daging buahnya lunak sekali dan mudah hancur. Begitulah jika di artikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Namun dalam novel ini Puan itu adalah gambaran karakter dari tokoh seorang perempuan dalam novel tersebut, yang mana emas menggambarkan kemewahan dan keanggunan seorang perempuan dan daging kelapa yang daging buahnya lunak sekali menggambarkan kepribadian seorang perempuan yang lunak dan rapuh.
Sedangkan Perawan adalah bahasa kiasan, jadi kata perawan disini bukanlah arti yang sebenarnya melainkan menyatakan nama dari seorang tokoh perempuan dalam novel tersebut. menjelaskan atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Karena subjek dalam novel ini sendiri adalah seorang perempuan
“Saya menulis novel ini untuk menggambarkan bahwa kehidupan kedua setelah kehancuran itu ada. Jadi jangan pernah menyerah untuk memperbaiki hidup menjadi lebih baik. Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, setiap manusia memiliki kekurangan, baik itu fisik ataupun perjalanan hidup nan pilu yang mana harus kita sikapi dengan bijak bahwa setelah kesulitan ada kemudahan. Dan tak ada yang abadi di dunia ini jadi kehilangan sesuatu yang berharga, baik itu orang tercinta atau barang kesayangan bukan berarti itu akhir dari segalanya, yakinlah sang pencipta akan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ucap Diska saat merilis novelnya di sebuah acara kuliah umum yang di adakan pada 23 maret 2018 lalu.
Berikut ini adalah sinopsis novelnya:
“Juriah, si periang nan cantik rupawan. Terkurung dalam sebuah cinta yang menyiksa dirinya. Membuat ia menjadi sosok tertutup dan selalu murung. Sebuah hubungan yang di dasari atas nama cinta itu ternyata membuatnya tenggelam dalam pergaulan yang salah. Yang membuat ia tak bisa lepas dari Enggar, sehingga ia harus berjuang mempertahankan hubungannya itu meski harus disiksa terus-menerus oleh Enggar. Ia berjuang mengerahkan harta, jiwa, raga untuk mempertahankan cintanya. Tapi semua itu hancur setelah Enggar memutuskan meninggalkannya.
Juriah yang periang itu telah berubah wajahnya. pucat, murung dan sakit berkepanjangan. Tak tau arah kemana diri akan pergi. Perginya Enggar benar-benar melukiskan pilu dan membuatnya terpuruk.
Namun sosok perempuan yang tegar dan tangguh nampaknya telah tertanam dalam dirinya sejak kecil, ia berusaha bangkit dengan memulai kembali untuk hidup dan bekerja keras untuk mengejar kembali cita-cita yang pernah ia ukir semasa kecil, cantik dan pintar menjadi modal utama dalam mewujudkan segalanya, tapi ternyata kelebihannya itu membuat ia lalai sehingga singgah dalam dunia  yang gelap. Dunia yang menjanjikan kemewahan secara singkat
Juriah sosok yang pintar itu mempertanyakan pada dirinya sendiri, ia tak bahagia dan ingin kembali pada kehidupan yang sesungguhnya. Dimana kehidupan yang diRidhoi oleh Tuhannya. Namun perjalanan hijrah itu ternyata tak semudah ucapan. Ia harus menempuh hinaan, cacian seolah tak pantas berpakaian muslimah. Ia selalu di lecehkan, caci maki sudah seperti makanan kesehariannya. Ia telah memutuskan ini dan ia berusaha untuk istiqomah di jalan Tuhannya. Tak di sangka ia dilamar oleh seorang “pangeran” tampan nan kaya. Namun lamaran itu datang di saat ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kuliah S2 di Turki yang sudah menjadi MIMPI-nya sejak dulu.
Apakah yang akan dia pilih? Menikah atau mengejar Mimpinya?”


video by nengsih hariyanti.. mahasiswa



Nah, gimana? Penasaran kan? Masih penasaran? Nih aku kasih beberapa pendapat mereka yang telah membaca novel ini...
Menyentuh dan menggugah jiwa. Novel PUAN PERAWAN sangat layak anda jadikan koleksi terbaik perpustakaan anda. Saya pastikan anda akan menyesal jika tidak membaca dan memilikinya
_ Dandi Sunardi S.sos.i, M.kom. , Kabag Humas dan Kerjasama Universitas Muhammadiyah Bengkulu_

Novel puan perawan menghadirkan atmosfer berbeda dalam tema novel remaja, kisahnya yang heroik dan romantis. selain itu memberikan alternatif bacaan yang kaya pengetahuan.
_ Ahmad Arib Afdol,  Mahasiswa  Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu,  Aktivis IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) _

               PUAN PERAWAN memberi warna baru untuk proses kreatif penulisan di Bengkulu. Kisah cinta, perjuangan dan hal-hal tidak terduga melebur jadi cerita sederhana namun kompleks.
_ Grasia Renata Lingga, Aktivis Perempuan, Penulis buku Antologi Puisi “Melihat Kabut”_

Novel ini berbeda dengan novel biasanya. Selain kisah cinta anak remaja, novel ini juga memiliki alur cerita yang greget bagi pembacanya. Dengan cerita yang cukup berani, novel ini berhasil membuat saya tertarik untuk membaca terus menerus. Ayo, baca novel PUAN PERAWAN! Banyak kisah inspiratif yang bisa kita jadikan pelajaran didalamnya.
_Alfha Sari, Penulis dan Blogger _

Ceritanya sedih, tokohnya ulet, sabar, penuh semangat untuk memperbaiki kondisi hidup dan sangat memotivasi bagi yang membaca...
_ Drs. Syubli. M.Ag, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bengkulu_

Semangat dan keberanian tokoh Aku dalam novel “PUAN PERAWAN” patut dijadikan motivasi bagi siapapun. Sukses untuk karya Diska, Penulis muda bertalenta.
_ Ipeh El-Fishy_ Penulis Novel “Keputusan Vertikal Limit”_

Seseorang yang melewati kehidupan yang nggak mudah tapi bisa tetap bertahan untuk melangkah maju, “life must go on”. Novel ini bisa kasih influence yang baik ke orang yang baca, intinya inspirasi bangeeeetttt...
_Friska Maria Putri NP, 2nd RU Puteri Maritim 2017_

Perjuangan panjang melewati kerasnya dunia menghantarkannya mampu mewujudkan mimpi-mimpinya yang bahkan orang tuanya pun meragukan hal itu. Novel motivasi yang sangat luar biasa...
_ Jemi Tarmizi, Penyiar Radio Swasta Bengkulu_

Perjuangan!!! Itulah pesan yang tersirat.  Novel ini sangat bagus untuk dibaca oleh anak remaja khususnya perempuan untuk terus bermimpi dan yakin akan kebesaran sang khalik
_Wela Emilia, Pekerja Wiraswasta_

Jadiii, itu dia ungkapan mereka yang telah membaca novel ini, gimana makin penasaran kan sama cerita lengkapnya?.....yuukkk segera dipesan.

Untuk masyarakat di seluruh Indonesia yang ingin mengetahui lanjutan kisahnya, dan ingin memesan novel  bisa menghubungi nomor telpn. (0736) 5513101.

by Hj. Eni Khairani, M.Si anggota DPD RI






miss kendra, tentara US NAVY yang sedang berkunjung ke Bengkulu

bu mildaini, ketua Blogger Bengkulu


neli marlina, mahasiswa

nurannisa, mahasiswa



Komentar

  1. Yg buat buku luar biasa,, kisah dalam buku bercerita rindu terlarang, semoga tetap semangat.....!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer