Cerpen 'Karena kecintaan dan kehormatan'

Baginya, dunia yang begitu luas menjadi sempit sehingga dia menjadi bingung, pikirannya kacau dan hatinya sedih. Namun harapannya kepada Allah sangatlah besar. Pada suatu hari, dia melihat seorang laki-laki tua yang miskin mengadukan nasibnya sambil menangis. Maka dia pun memberikan semua uangnya sebesar 50 Riyal kepada laki-laki miskin itu. Dia lalu memuji Allah karena telah memberinya kemudahan untuk bersedekah dan dia berharap agar amalannya diterima oleh-Nya.

Keesokan harinya, dia pergi menemui orang yang pernah memberinya pinjaman. Setelah duduk beberapa saat, dia minta dibacakan catatan hutangnya, maka orang itu pun membacakannya dan membebaskan seluruh hutangnya yang mencapai 12.000 Riyal. Bahkan orang itu memberikannya beberapa Riyal untuk keperluan selama beberapa hari. Dia sangat bersyukur kepada Allah atas karunia yang telah Allah berikan kepadanya. Dia juga mendoakan agar orang yang membebaskan hutangnya mendapat ampunan dari Allah sebagaimana dia telah membebaskan hutangnya.

"Sabar adalah mahkota. Kesetiaan adalah harga diri. Memberi adalah kenikmatan, banyak bicara adalah omong kosong. Tergesa-gesa adalah kebodohan, dan kebodohan adalah aib. Berlebih-lebihan (dalam berkata) adalah kebohongan. Berteman dengan orang yang suka berbuat hina adalah kejahatan, dan berteman dengan orang fasik adalah sumber prasangka buruk" ( Ali bin Abi Thalib).

Ar-Rab'i, Khalid bin Sulaiman. 2010. Kisah-kisah Nyata Keajaiban Sedekah. Jakarta: Pustaka Al-Fadilah

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer