Cerpen Langit yang gelap

Selamat malam cinta.
Hari Minggu adalah hari yang panjang. Banyak planning yang dari jauh-jauh hari untuk menghabiskan hari ini dengan menyenangkan.

Tapi pas udah di kamar, semua planning gagal. Ternyata kasur lebih nyaman untuk saat ini dari pada ngebut buat deadline.

Tuhan aku merasa lelah dengan hidup ini.
Mengejar sesuatu yang berbau duniawi memang melelahkan.

Rasanya aku ingin tidur dalam waktu yang lama untuk istirahat. Aku benar-benar lelah rasanya.

Malam ini sebelum tidur, aku ingin melukiskan sesuatu. Sebelum aku benar-benar terlelap, aku ingin bahwa alam tau, tentang hati ku yang merindu.

Tentang rindu...

Rindu yang tak pernah usai. Rindu adalah buah cinta, yang apabila dibahas tak akan pernah usai.

Aku berusaha menarik kesimpulan agar semua persoalan cepat selesai dan masalah segera ketemu ujung pangkalnya. Tapi nyatanya tak jua bertemu

Aku merindukan sosok hati yang hangat. Yang memeluk ku kala rapuh, yang menggenggam ku kala berjalan, Yang menghibur kala berduka, yang setia menemani sampai akhir cerita

Akhir dari sebuah cerita tentang kehidupan di dunia ini.

Aku ingin cerita kita, kelak menjadi perbincangan kita di surga. Tapi apakah mungkin, apakah mungkin kau kembali. Karena ku lihat kau sudah sangat jauh sekali

Aku bahkan tak sanggup mengejar mu. Kau begitu cepat membuat keputusan. Dan aku jamin itu adalah Keputusan yang salah.

Meninggalkan yang serius bukanlah solusi. Aku jamin kau tak akan menemukan seperti yang ada pada diri ini. Aku sangat yakin. Hanya saja kau enggan mengakuinya.

Tentang rindu yang tak pernah usai. Ku lukisan di langit yang gelap. Bahwa aku yakin cinta sejati akan tau tempatnya kembali.

Mungkin kau atau orang lain. Tapi yang aku harap, setiap aku menatap langit, kau pun menatapnya. Lalu sampailah pesan akan rindu yang amat dalam ini pada dirimu.

Selamat malam..

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer