Masjid jogokariyan yogya VS Masjid Al-falah Desa Balam Bengkulu Utara

MASJID JOGOKARIYAN YOGYA VS MASJID AL-FALAH DESA BALAM BENGKULU UTARA

A. Masjid joyokariyan yogya

Masjid jogokariyan yogya, masjid kampung yang mendunia. Masjid ini sering menjadi rujukan bagi masjid-masjid lainnya dalam manajemennya yang unik dan patut di contoh bagi masjid-masjid lainnya.
Beberapa keunikan masjid jogokariyan dari rangkuman Ustadz Salim. A Fillah

1. Memilik Data Base Warga
Setiap tahun masjid Jogokariyan memiliki program Sensus Masjid yang bertujuan untuk mendata jamaahnya dan sebagai informasi awal kegiatan.
Data Base dan Peta Da’wah Masjid Jogokariyan Yogyakarta tak hanya mencakup Nama, KK, Pendapatan, Pendidikan dan lain-lain,  tetapi juga sampai kepada : Siapa saja yang sholat & yang belum sholat, Yang sholat di Masjid & yang belum sholat di Masjid, Yang sudah berzakat atau yg belum, Yang sudah ber-qurban atau yg belum ber-qurban, Yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau yang belum, Yang berkemampuan di bidang apa dan bekerja di mana.

2. Sistem Pendanaan Masjid
Masjid Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat unit usaha, agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa. ini harus dijaga, misalnya, tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu, sehingga konsumsi untuk tamu diorderkan bergilir pada jamaah yang punya rumah makan.

3. Sarana dan Prasarana Masjid
Wifi di Masjid Jogokariyan sudah dari tahun 2004 dan itu “gratis-tis”, sehingga Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tdk perlu repot-repot ke WarNet yg sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan.
Juga menyediakan ruang olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja dan lain-lain, sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Jogokariyan bisa kerasan atau betah. Daripada “mereka” main atau ber-olahraga diluar masjid yang biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu sholat.

*http://jejakiman.com/mengintip-masjid-jogokariyan/

B. Masjid Al-falah dusun Balam kec Air Padang Kab Bengkulu utara

Sama halnya dengan masjid jogokariyan, masjid ini juga terletak di sebuah kampung yaitu Desa Balam. Meskipun sama-sama terletak di kampung, kedua masjid ini memiliki perbedaan yang sangat jauh sekali.

Mayoritas penduduk desa adalah petani, seharian lelah bekerja ahirnya mereka memilih untuk solat dirumah masing-masing. Jadi jangan kaget jika masjid ini terlihat selalu sepi. Baik di waktu solat fardu ataupun di waktu-waktu lainnya. Dan juga dari pihak pengurus masjid dan pengurus desa tidak terlalu menghiraukan hal ini.

Kemudian pendanaan masjid. Mengingat masjid ini berada di kawasan desa terpencil, jadi sangat jarang ada orang yang dengan kerelaan hatinya mendatangi masjid ini untuk bersedekah atau menyumbangkan dana untuk masjid ini. Lalu bagaimana dengan masyarakat sekitar. Jangankan untuk bersedekah, solat lima waku di masjid saja masyarakat disana enggan. Apalagi untuk mengelola masjid dan mengadakan amal usaha di masjid ini.

Yang terahir sarana dan prasarana. Jika masyarakatnya saja acuh tak acuh seperti ini, bagaimana bisa masjid ini bisa maju. Sarana dan prasarana di masjid ini sangat-sangat minim bahkan bisa dikatakan seadanya saja. Air untuk berwudhu saja tidak tersedia. Masyarakat yang ingin menjalankan solat berjamaah, maka harus berwudhu dari rumah. karena dimasjid tidak ada air untuk berwudhu. Tempat berwudhu ada, tapi mengandalkan air yang berasal dari air hujan. Jika saat musim hujan, barulah bisa berwudhu di masjid dengan air hujan yang di tampung dalam sebuah bak air yang besar. Jika saat musim kemarau, sudah dipastikan masjid ini juga akan ikutan kemarau.

Begitulah kondisinya, belum lagi jalanan raya di pedesaan ini rusak parah, yang apabila hujan, maka menyebabkan lobang-lobang jalan yang rusak berisi air hujan dan membuat lokasi sekitar masjid menjadi kotor dan penuh lumpur.

Masjid adalah rumah Allah dan tempat berkumpulnya orang-orang mukmin. Harapan saya masjid ini kedepannya mendapatkan peningkatan, baik dari segi jama’ahnya, pendanaan, sarana dan prasarana di masjid ini lebih mendapat perhatian masyarakat khususnya pemerintah yang ada di sana.

Qur’an surah Al-Baqarah ayat 114, Allah menjelaskan di dalam ayat ini “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepetutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan diakhirat mendapat siksa yang berat.

Semoga kita semua dimudahkan langkahnya dalam memajukan dan memakmurkan masjid dan mendapat ridho dari Allah berupa ampunan dari-Nya.

Berikut ini beberapa foto masjid al-falah, ngomong-ngomong ni saya nggak punya foto masjid jogokariyan karena memang belum pernah kesana. Saya mendapatkan informasi tentang masjid ini dari membaca beberapa artikel.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer